Selasa, 30 Maret 2010


Rencana Australia untuk menerapkan kebijakan sensor atas sejumlah pengguna internet di negaranya, mendapat kecaman dari Google. Tapi, kecaman itu langsung dibalas kritikan dari Menteri Komunikasi Australia.


Menurut Stephen Conroy, kecaman yang dilakukan Google terlalu berlebihan. Pasalnya, Menteri Komunikasi Australia melihat adanya pernyataan penolakan yang dilakukan dari pemerintah Presiden Barack Obama. Tidak seperti di China, dimana Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton harus turun tangan menyikapi permasalah antara pemerintah negeri Tirai Bambu dengan Google.

"Saya tidak melihat adanya komplain dari Pemerintah Obama terkait masalah kebijakan sensor di internet. Jadi buat apa Google berkomentar dan merasa ketakutan," terang Conroy dalam wawancaranya dengan BBC, yang dikutip Sydney Morning Herald, Rabu (31/3/2010).

Seperti diketahui, Australia tengah menggodok kebijakan untuk mengatur akses internet bagi warganya. Sehingga nantinya, pengguna internet di Australia hanya bisa mengakses situs-situs yang telah lolos proses penyaringan.

Tak pelak, kebijakan ini membuat Google trauma. Karena sebelumnya, raksasa mesin pencari itu baru saja mengalami masalah dengan kebijakan sensor, yang membuat mereka harus hengkang dari China. Tentu saja, mereka tidak ingin kejadian tersebut akan terulang untuk kedua kalinya.

Langkah seperti ini tak hanya dilakukan Australia. Arus informasi yang sangat pesat melalui internet memancing kekhawatiran akan konten-konten tidak pantas yang bisa meracuni penggunanya.

Jumat, 26 Maret 2010

LInkin Park


Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal yang berasal dari Aguora Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, 0818, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama "Linkin Park" sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.
Sebelum Chester Bennington menjadi vokalis Linkin Park, Mark WakefieldTaproot)– saat itu menggunakan nama Hybrid Theory – untuk menjadi manajer grup musik Taproot. Bassis Dave Farrell alias "Phoenix" juga pernah keluar sebentar dari Linkin Park untuk mengikuti tur bersama band lamanya, Tasty Snax. Sedangkan 4 personil lainnya – Brad Delson, Mike Shinoda, Joe Hahn, dan Rob Bourdon – selalu bertahan di Linkin Park sejak awal pembentukannya. lebih dulu menjadi vokalisnya. Namun, ia keluar dari Linkin Park untuk menjari proyek lain (menjadi manajer grup band
Linkin Park telah merilis 3 album studio, yaitu Hybrid Theory, Meteora, dan Minutes to Midnight. Linkin Park juga merilis album Live in Texas, Reanimation, dan Collision Course, serta Hybrid Theory EP. Linkin Park sukses dalam mempopulerkan lagu-lagunya seperti Crawling, In the End, Numb, Somewhere I Belong, dan What I've Done. Secara total, album-album Linkin Park telah terjual sebanyak 50 juta keping.


Awal mula

Awal pembentukan Linkin Park yaitu pertemuan Mike Shinoda dan Brad Delson (gitaris Linkin Park) di kelas 7. Lalu mereka membentuk band bernama Xero. Brad juga bermain untuk band Relative Degree, salah satu personilnya yaitu Rob Bourdon (drummer Linkin Park). Mike berkenalan dengan Rob melalui Brad dan Rob bergabung dengan Xero. Saat kuliah, Brad berkenalan dengan Dave "Phoenix" Farrell (bassis Linkin Park) yang merupakan teman sekamar Brad. Mike, yang mengambil jurusan ilustrasi di Universitas Seni Pasadena, bertemu dengan Joe Hahn (turntablis Linkin Park). Kemudian, Dave Farrell dan Joe Hahn bergabung bersama Xero. Dave sempat meninggalkan Xero untuk bergabung kembali ke band lamanya, Tasty Snax.
Mulanya, mereka merekrut Mark Wakefield sebagai vokalis, lalu diambil alih oleh Chester Bennington (mantan vokalis Grey Daze) sampai sekarang, sedangkan Mike lalu jadi rapper. Sialnya, karena nama Xero sudah dipakai grup lain, mereka terpaksa mengganti nama menjadi Hybrid Theory. Lalu setelah ditolak 3 kali, Hybrid Theory berhasil diterima oleh sebuah perusahaan rekaman bernama Warner Bros. Records setelah sukses meluncurkan EP yang berjudul Hybrid Theory EP pada tahun 1999 sebanyak seribu keping. Namun, pada saat itu Mike sempat memiliki masalah dengan Jeff Blue, manahaernya. Jeff Blue mengatakan bahwa Mike tidak usah rapping, cukup bermain keyboard saja. Kejadian ini menginspirasi Mike untuk menulis lagu Get Me Gone (Fort Minor)
Sekali lagi, mereka terpaksa mengganti nama karena nama Hybrid TheoryHybrid yang berasal dari Wales. Daripada dianggap band yang sama, mereka memilih berubah nama lagi menjadi Linkin Park. Namun, sebelum bernama Linkin Park, mereka sempat mengganti namanya menjadi 0818. Nama ini juga baru diketahui pada pertengahan 2009, saat Brad Delson berbicara di acara wisuda di UCLA, Los Angeles, pertengahan 2009 lalu. Nama Linkin Park diambil Chester dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Agar bisa mengelola situs web sendiri, Chester mengubah ejaannya menjadi Linkin Park. Setelah itu, mereka berhasil membeli situs web LinkinPark.com. mirip dengan nama grup musik

Hybrid Theory


Linkin Park saat konser di Praha, Ceko.
Linkin Park meluncurkan album pertamanya, Hybrid Theory, pada tanggal 24 Oktober 2000 dengan singel pertama One Step Closer. Namun, yang lebih terkenal adalah singel Crawling dan In the End. Lagu ini telah membuat Linkin Park menjadi populer. Penjualan album itu melebihi 15 juta keping. Linkin Park lalu merilis edisi spesial dari Hybrid Theory, dengan 2 lagu baru High Voltage (Reprise) dan My December (lagu).
Linkin Park lalu merilis album aransemen ulang dari Hybrid Theory, Reanimation. Album ini pun meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 10 juta kopi. Singelnya, Pts.Of.Athrty, tidak sepopuler singel di Hybrid Theory, namun cukup terkenal. Linkin Park, melalui Mike Shinoda dan Joseph Hahn, juga sempat bekerja sama dengan band The X-ecutioners dalam pembuatan singel It's Goin' Down. Linkin Park juga membentuk kelompok fans mereka bernama Linkin Park Underground, serta mulai mengadakan tur sendiri bernama Projekt Revolution, setelah sering diundang ke festival musik.

Meteora

Tanggal 25 Maret 2003, Linkin Park merilis album kedua bertitel Meteora. Nama tersebut diambil dari nama tempat ibadah di atas puing-puing di Yunani. Album ini juga meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 11 juta kopi. Singelnya adalah Somewhere I Belong, Faint, Numb, From the Inside, Lying from You, dan Breaking the Habit.
Meteora memenangkan banyak penghargaan. Antara lain Penghargaan MTVRock Terbaik" untuk lagu "Somewhere I Belong" dan "Penghargaan Pilihan Pemirsa" (Breaking The Habit). Linkin Park juga memenangkan penghargaan lain yaitu "Penghargaan Musik Radio 2004", "Penghargaan Artis Tahun Ini" dan "Penghargaan Lagu Tahun Ini" melalui lagu "Numb". Mesikpun album Meteora tidak sesukses Hybrid Theory album ini masuk 3 besar penjualan album di Amerika Serikat tahun 2003. kategori "Video
Linkin Park juga mengadakan Projekt Revolution Tour ke-2 serta sibuk ikut konser. Di sela-sela waktu itu, Linkin Park berhasil menyelesaikan rekaman album konser mereka, "Live In Texas", yang berisi lagu-lagu saat konser Linkin Park di Texas.

Proyek sampingan


Mike Shinoda saat diwawancarai oleh MTVThailand di Bangkok, Thailand.
Atas permintaan MTV, Linkin Park berkolaborasi dengan Jay Z dalam album "Collision Course". Materi album ini adalah remix dari sebagian lagu-lagu Linkin Park dalam album "Hybrid Theory" dan "Meteora" serta lagu-lagu Jay Z dalam album "Blueprint" serta "The Black Album". Album tersebut dirilis tahun 2004 dan menghasilkan 2 singel, yaitu Numb/Encore yang mendapat penghargaan Grammy kategori "Lagu Rap Terbaik" dan "Kolaborasi Terbaik".
Pada tahun 2005, Linkin Park lebih mengutamakan konser amal. Mereka membantu korban tsunami pada bulan Desember 2004 dalam konser bertajuk Music For Relief. Linkin Park juga membantu mengumpulkan uang untuk korban Badai Katrina tahun 2004. Sementara itu, Mike ShinodaFort Minor dalam album "The Rising Tied". Chester Bennington juga punya proyek solo yang dinamai Snow White Tan yang selanjutnya populer dengan nama Dead By Sunrise. bergabung dengan
Pada 13 Oktober 2009, Dead By Sunrise meluncurkan album perdananya, yang berjudul Out Of Ashes. Namun sebelum mereka meluncurkan album, mereka terlebih dahulu merilis sebuah singel, yaitu Crawl Back In.
Linkin Park dan Artifical Life Inc. juga rencananya akan merilis game untuk iPhone dan iPod Touch, Linkin Park: 8-Bit Rebellion, pada Januari 2010.

Minutes to Midnight

Pada tahun 2006, mereka mulai merekam materi untuk album terbaru Linkin Park, yaitu "Minutes To Midnight". Banyak yang mengkritik Linkin Park karena sering tertunda peluncurannya. Walaupun begitu, Linkin Park menjamin bahwa album tanggal 14 Mei 2007 ini pantas untuk dikoleksi. Menurut Linkin Park, mereka menamai album barunya "Minutes To Midnight" (menit-menit menuju tengah malam) karena adanya isu nuklir di bumi ini yang dapat menghancurkan dunia pada saat tengah malam.
Sebanyak 100 lagu demo telah diciptakan namun hanya 12 yang dimasukkan ke dalam album. Tidak heran kalau album ini direkam selama 14 bulan. Dalam album Minutes To Midnight, unsur musik nu metal kurang kental. Walaupun demikian, album ini tetap digemari. Buktinya adalah album ini terjual hampir sebanyak 625 ribu kopi dalam pekan pertamanya (sebuah rekor dalam tahun 2007). Album studio ketiga ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, mantan personil Beastie Boys. Singel pertamanya, "What I've Done", sudah mulai diputar di radio pada tanggal 2 April 2007. Minutes To Midnight juga menduduki tangga teratas Billboard. Pada tanggal 20 Agustus 2007, Linkin Park merilis singel keduanya, yaitu "Bleed It Out". Dan, pada bulan Oktober, Linkin Park merilis singel "Shadow of the Day". Lalu disusul dengan Given Up (Maret 2008), dan singel terakhir dari "Minutes To Midnight", Leave Out All The Rest (Juli 2008).
Lagu "No Roads Left" bisa didapatkan melalui pemesanan lewat iTunes. Sementara lagu "Qwerty" bisa didapatkan di EP berjudul Linkin Park Underground v6.0.
Mereka juga merilis lagu "New Divide" yang dipakai untuk soundtrack film terbaru Transformers yaitu Transformers: Revenge of the Fallen.Lagu ini juga sudah mencapai posisi 6 di Amerika Serikat, di Inggris mencapai posisi 20, dan mendapat penghargaan dalam kategori "Best Scream Song of the Year" di Spike TV.

Album Studio Keempat

Belakangan ini banyak yang berkata bahwa Linkin Park telah "mati". Padahal tidak. Mereka bahkan sedang bekerja pada album studio keempat mereka. Lagi-lagi Rick Rubin yang menjadi produsernya. Sampai pada Bulan November 2009, mereka sedang fokus pada 5 lagu, setelah sebelumnya terdapat 60 lagu demo, kemudian disaring menjadi 20. Durasinya pun akan lebih panjang dari lagu-lagu Linkin Park lain pada umumnya (sekitar 4-5 menit). Dan, untuk ke depannya, setelah album keempat dirilis, Linkin Park berjanji akan berusaha mengeluarkan album barunya lebih cepat.

Jenis musik

Aliran


Chester Bennington, vokalis Linkin Park, saat konser di The Globe ArenaStockholm, Swedia. di
Pada awal pembentukannya, Linkin Park beraliran rock. Setelah masuknya seorang DJ atau turntablis bernama Joe Hahn, Linkin Park mengganti alirannya menjadi hip-hop. Namun, pada album Hybrid Theory, Linkin Park mengganti lagi alirannya menjadi nu metal dan rapcore. Demikian juga pada album Meteora, hanya saja Linkin Park juga menambahkan unsur elektronika.
Pada album Minutes To Midnight, segalanya berubah total. Linkin Park benar-benar mengurangi unsur nu metal secara spesifik. Sebagai gantinya, Linkin Park menggunakan aliran alternative rock. Ini jelas sebuah eksperimen mengingat kesuksesan Linkin Park dengan genre nu metal dalam album sebelumnya. Tetapi, ternyata eksperimen itu berhasil.

Teknis

Linkin Park jarang menggunakan teknik melodi gitar namun petikan gitar. Selain itu, rap dari Mike Shinoda sering muncul di banyak lagu. Terkadang Chester berteriak dalam beberapa lagu.
Lagi-lagi, perubahan terjadi di album Minutes To Midnight. Linkin Park mengurangi unsur rap dari Mike. Rapnya hanya ada di 2 lagu, yaitu Bleed It Out dan Hands Held High. Sementara vokal Chester lebih dominan dibanding sebelumnya. Linkin Park juga bermain lebih lembut.

Linkin Park Underground

Ini adalah kelompok penggemar Linkin Park yang dibentuk tahun 2001 oleh Linkin Park dan Jessica Sklar. Jika bergabung dengan LPU (singkatannya) maka bisa memperoleh merchandise khusus untuk anggota LPU. Seperti kaus, asbak, buku, ringtone ekslusif, lagu ekslusif, video eksklusif, dan album LPU setiap tahunnya. Sejauh ini album LP Underground v9.0 merupakan terobosan terbaik, karena di dalam album itu seluruh lagunya adalah lagu-lagu demo yang belum pernah dirilis oleh Linkin Park sebelumnya. Ditambah lagi ada lagu demo Across The Line, sebuah lagu yang paling banyak dibicarakan pada forum Linkin Park sejak DVD Making of Minutes to Midnight dirilis. Lagu ini sebelumnya memiliki judul Japan.

Anggota

Anggota Sekarang

  1. Chester Benningtonvokal
  2. Rob Bourdondrum
  3. Brad Delsongitar
  4. Dave "Phoenix" Farrellbass
  5. Joseph Hahnturntable, sampling
  6. Mike Shinodabacking vocal, sampling, rap, keyboard, gitar

Mantan Anggota

  1. Mark Wakefield – Vokal
  2. Scott Koziol – Bass (Stand-in)
  3. Kyle Christener – Bass (Stand-in

Diskografi

Artikel utama: Diskografi Linkin Park
ALBUM STUDIO
  1. Hybrid Theory - 24 Oktober 2000
  2. Meteora - 25 Maret 2003
  3. Minutes to Midnight - 15 Mei 2007
  4. Songs From The Underground EP - 27 November 2008
ALBUM LINKIN PARK UNDERGROUND
  1. LP Underground v1.0 (HTEP Re-release) (2001)
  2. LP Underground v2.0 (2002)
  3. LP Underground v3.0 (2003)
  4. LP Underground v4.0 (2004)
  5. LP Underground v5.0 (2005)
  6. LP Underground v6.0 (2006)
  7. LP Underground v7.0 (2007)
  8. LP Underground v8.0 (2008)
  9. LP Underground v9.0 (2009)
ALBUM KONSER
  1. Live In Texas - 18 November 2003
  2. Road to Revolution: Live at Milton Keynes - 24 November 2008
  3. Live From SoHo (iTunes Exclusive EP) (2008)
ALBUM SINGEL
  1. One Step Closer (2001)
  2. Crawling (2001)
  3. Papercut (2001)
  4. In The End, Pt.1 (2001)
  5. In The End, Pt.2 (2001)
  6. In The End EP (2002)
  7. Pts.of.Athrty (2002)
  8. Somewhere I Belong (2003)
  9. Faint (2003)
  10. Numb, Pt.1(2003)
  11. Numb, Pt.2 (2003)
  12. From The Inside (2004)
  13. Breaking The Habit (2004)
  14. MTV Ultimate Mash-Ups Presents: Collision Course - Numb/Encore - Exlusive (2004)
  15. Numb/Encore (2004)
  16. What I've Done (2007)
  17. Bleed It Out (2007)
  18. Shadow Of The Day (2007)
  19. Given Up (2008)
  20. Leave Out All The Rest (2008)
  21. New Divide (2009)
ALBUM DEMO
  1. Hybrid Theory 8 Track Demo (1999)
  2. Hybrid Theory 2 Track Demo (1999)
  3. Hybrid Theory 9 Track Demo (1999)
  4. Raw Power (2000)
  5. The Wicked World Of Warner Bros./Reprise: Ozzfest Sampler 2000 (2000)
  6. Hybrid Theory Sampler Tape (2000)
  7. Linkin Park Sampler Tape (2000)
ALBUM REMIX
  1. Reanimation - 30 Juli 2002
  2. Collision Course - 30 November 2004

Beberapa band yang berhubungan dengan Linkin Park

  1. Fort Minor - Proyek sampingan Mike Shinoda
  2. Dead By Sunrise - Proyek sampingan Chester Bennington
  3. Hybrid Theory - Nama lama Linkin Park
  4. Xero - Nama lama Linkin Park
  5. Tasty Snax - Band lama Dave "Phoenix" Farrell
  6. Grey Daze - Band lama Chester Bennington

Avenged Sevenfold





Pembentukan & Karir Indie (1999-2003)


Band ini dibentuk pada tahun 1999 di Huntington Beach, California dengan anggota asli M. Shadows, Zacky Vengeance, The Rev dan Matt Wendt. M. Shadows memberi nama sebagai referensi untuk cerita Cain dan Abel dari Alkitab, meskipun bukan band agama. Setelah pembentukannya, masing-masing anggota band ini juga mengangkat nama samaran yang sudah nama panggilan dari mereka dari SMA. Sebelum merilis album debut mereka, band ini merekam dua demo pada tahun 1999 dan 2000. Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet, direkam ketika anggota band berumur delapan belas tahun dan di sekolah menengah. Ini pada awalnya dirilis pada label pertama mereka, Good Life Record pada tahun 2001. Setelah gitaris Synyster Gates bergabung dengan band, pada akhir 1999 ketika ia berusia 18 tahun di pengantar lagu "To End the Rapture" adalah rekaman ulang menampilkan elemen band penuh. Album ini kemudian dirilis ulang pada Hopeless Records pada tahun 2002.


Band ini mulai menerima pengakuan, tampil dengan band-band seperti Mushroomhead dan Shadows Fall dan bermain di Take Action Tour. Setelah menetap di keempat mereka bassis, Johnny Christ, mereka merilis Waking the Fallen di Hopeless Records pada bulan Agustus 2003. Band menerima profil di Billboard dan The Boston Globe, dan bermain di Vans Warped Tour. Pada tahun 2004, Avenged Sevenfold tur lagi di Vans Warped Tour dan merekam video untuk lagu "Unholy Confessions "yang masuk ke rotasi pada MTV2's Headbanger's Ball. Tak lama setelah merilis Waking the Fallen, Avenged Sevenfold meninggalkan Hopeless Records dan telah ditandatangani ke Warner Bros.
[sunting] City of Evil (2005-2007)


Tahun 2005, Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik hip-hop dan pop yang merajalela, lalu Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Country merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL. Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country.
[sunting] Avenged Sevenfold (2007-2008)


Tahun 2007, mereka kembali masuk studio untuk merekam lagu terbaru mereka untuk studio album ke-5 mereka. Awal Agustus 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat dari penggemar di seluruh dunia. Ketika itu band punk Jogjakarta Endang Soekamti didaulat menjadi band pembuka. Tahun 2008 ini, mereka berpartisipasi sebagai headliners di tour Taste of Chaos bersama dengan Bullet for My Valentine, Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot. Ketika tour, mereka merekam sebuah DVD yang mengandung 6 lagu baru mereka. Tanggal 22 Oktober 2008, Avenged Sevenfold kembali manggung di Indonesia masih dengan event organizer yang sama yakni Java Musikindo dan kali ini band heavy metal Jibril didaulat menjadi band pembuka.Berkas:City of evil.jpg
[sunting] Live In The LBC & Diamonds in the Rough (2008-saat Ini)


Album yang dirilis pada 16 September, 2008 ini berisi 102 menit DVD dan 52 menit CD.


Di album ini terdapat dua lagu lama yaitu "Afterlife" dan "Almost Easy". Namun kedua lagu tersebut tidak sama persis dengan lagu aslinya. Pada lagu "Afterlife" ditambahi permainan biola yang lebih banyak, sedangkan lagu "Almost Easy" yang berbeda adalah mixing lagunya. Selain itu terdapat juga lagu "Walk" yang merupakan cover dari Pantera dan "Flash of the Blade" yang merupakan cover dari Iron Maiden.


Pada tanggal 16 Juli, majalah Kerrang! (edisi 1219) mengeluarkan sebuah CD gratis berjudul "Maiden Heaven: A Tribute to Iron Maiden" untuk menghormati album dari salah satu band heavy metal terbesar di dunia yaitu Iron Maiden. Matt Shadows berkomentar, "Maiden are by far the best live band in the world and their music is timeless," dan "This also gives us a chance to expose this great song to some of our younger fans who maybe aren't as familiar with Iron Maiden."
[sunting] Diskografi


* Sounding the Seventh Trumpet (2001)
* Waking the Fallen (2003)
* City of Evil (2005)
* Avenged Sevenfold (2007)
* Live in the LBC & Diamonds in the Rough (2008)


M. Shadows


m shadows Pictures, Images and Photos



Lead singer dari Avenged sevenfold sekaligus yang menemukan bandnya. M. Shdows adalah salah satu personil asli dari Avenged Sevenfold. Nama lengkapnya adalah Matthew Charles Sanders. Dia lahir pada tanggal 31 Juli tahun 1981. Dia mendapatkan nama panggungnya karena dia seorang yang “Darker” karakter, tapi kemudian dia tidak mau nama Matt menjadi bagian dari namanya jadi dia lebih suka untuk memutuskan menamai dirinya M. Shadows. Dia mempunyai pacar bernama Valery yang pernah bernyanyi bersama KoRn. Pernah ikut band bernama Succesful Failure. Bisa memainkan drum, gitar, dan piano.


Synyster Gate


Synyster Gate Collage/wallpaper Pictures, Images and Photos:



Lahir 7 Juli tahun 1981 dengan nama lengkap Brian Elwin Haner Jr. Bergabung dengan Avenged Sevenfold pada tahun 2001. Mempunyai proyek sampingan bersama The Rev bernama Pinkly Smooth. Bersekolah di Ocean View High School. Dia mempunyai toko pakaian sendiri bernama Syn Gates Clothing. Dia juga telah memenangkan the Young Shredder Award dan the Guitarist of the Year Award. Synyster Gate juga disponsori oleh Gitar Schecter. Tatto pertamanya adalah nomor satu di jempolnya. Dia pernah menjadi tamu dan rekaman bersama dengan Good Charlotte di lagu The River. Synyster Gate juga mahir bermain piano. Dia dulu ke Musicians Institute di Hollywood California.


Zacky Vengeance


Zacky Vengeance Pictures, Images and Photos




Nama lengkapnya adalah Zachary James Baker. Lahir tanggal 11 Desember 1981. Dia sudah bermain gitar sejak umur 13 tahun menggunakan tangan kiri. Mempunyai saudara bernama Matthew dan mempunyai saudara perempuan bernama Zina. Dia juga mempunyai toko pakaian sendiri seperti Synyster Gate bernama Zacky V Presents. Mempunyai anjing bernama Ichabod C. Vengeance. Disponsori oleh Gitar Schecter. Posisinya sebagai gitar Rythem di Avenged Sevenfold. Dia juga salah satu personil asli Aveged Sevenfold dan menemukannya bersama M. Shadows. Dialah yang membuat julukan atau singkatan A7X.


Johnny Christ


Johnny Christ MOHAWKKK! Pictures, Images and Photos



Lahir pada tanggal 18 November tahun 1984 dengan nama lengkap Jonathan Lewis Seward. Personil termuda di Avenged Sevenfold. Dia tidak bersekolah di SMA yang sama dengan yang lain. Bertemu dengan mereka melalui kakak tertuanya. Johnny adalah Bassist ketiga untuk Avenged Sevenfold. Dia juga personil terpendek di band hanya 5′4″.


The Reverend Tholomew Plague


the rev 3 Pictures, Images and Photos




Lahir pada tanggal 9 Februari tahun 1981 dengan nama lengkap James Owen Sullivan. Dia mendapatkan drum setnya sendiri pada umur 3 tahun. Dia juga pernah dikeluarkan dari Sekolah Katolik pada tahun ke-3. Mempunyai proyek sampingan bersama Synyster Gate bernama Pinkly Smooth, yang mana dia Lead Singernya dan dia juga bermain drum untuk band itu. The Rev juga yang menulis lagu baru Avenged Sevenfod berjudul A Little Piece of Heaven. Dia juga yang menemukan suara tertawa, nyanyian, dan teriakan di dalamnya. Saat dia masih remaja dia pernah terlihat berjalan-jalan menggunakan kimono berwarna cerah.

Jetway Ecomo EM100G, Enggan Tertinggal

Seakan-akan tidak mau ketinggalan tren, Jetway ikut bermain di persaingan netbook. Sebetulnya langkah mereka bisa dikatakan tertinggal karena sudah sangat banyak petarung yang ada di gelanggang. Walau di negara aslinya telah meluncur sejak Agustus tahun lalu, baru awal warsa 2010 produk ini masuk Indonesia.


Jetway melabeli netbook debutannya dengan nama Ecomo, singkatan dari Eco-Friendliness & Mobility. Keduanya merupakan kata sifat yang dianggap paling cocok mewakili si mungil ini. Bagaimana realitasnya?

Disorot dari segi mobilitas, sudah jelas yang namanya netbook pasti dibentuk ringkas supaya mudah dibawa ke mana-mana. Tak terkecuali Ecomo. Bobotnya yang ringan (belum termasuk pemutar DVD eksternal) tak terasa membebani saat digendong sambil bergerak dari satu mal ke mal lainnya.

Ya, kami memang sengaja menjajal netbook ini saat jalan-jalan di hari libur. Apakah cocok? Tergantung. Jika Anda termasuk orang yang peduli gaya & penampilan, rasanya Ecomo bukan untuk Anda. Desain Ecomo sangat konvensional. Kesan tersebut makin kuat akibat warna kelabu dan sentuhan krom yang mendominasi. Untung ada pilihan warna lain, yaitu hitam dan putih jika ingin tampil lebih elegan. Permukaan matte yang melapisi membuat bodi tidak mudah terkotori sidik jari. Tapi kekurangrapian finishing di beberapa sudut menjadi perhatian kami.

Jetway juga melapisi lajur panel touchpad Ecomo dengan plastik mika tipis. Selain berpotensi meninggalkan jejak sidik jari, lapisan mika ini juga rawan terkelupas pada ujung-ujungnya. Hal ini kami temukan pada salah satu sudut produk yang kami uji.

Ada dua fitur unik pada Ecomo yang bisa diaktifkan dengan menekan dua tombol. Tombol 3D Audio menawarkan pengalaman audio yang lebih berkesan kala pengguna mengenakan earphone, sementara tombol kanan berfungsi untuk mengunci touchpad saat tidak dipakai

HDD 160GB dan memori 1GB bagi beberapa orang mungkin masih dirasa kurang lega. Jetway menyediakan kemudahan untuk melakukan upgrade kedua komponen tersebut dengan menandai lokasi HDD dan DDR di panel bawah.


Ketika dicoba untuk mengetik, menurut kami keyboard kurang nyaman dipakai karena tutsnya berbentuk lempengan sehingga berkesan "melayang". Walau dimensinya cukup besar, letak tuts yang terlalu berdekatan satu sama lain membuat kesalahan ketik potensial terjadi. Sempitnya jarak ini pun mengakibatkan debu dan kotoran yang masuk ke sela-sela tuts bakal sulit dibersihkan. Touchpad responsif, tapi tombol kliknya keras saat ditekan.

Bagaimana dengan sisi eco-friendly? Konsumsi daya Ecomo rasanya sama saja dengan yang lain. Kekuatan baterainya cuma mampu bertahan sekitar 2 jam dalam pemakaian normal. Salah satu penyebabnya mungkin karena wireless port-nya selalu dalam keadaan menyala. Tidak tersedia saklar untuk menonaktifkannya. Sementara dari segi harga, dengan bandrol Rp 2.750.000 (tanpa OS), Ecomo memang lebih ekonomis dibanding para kompetitor.

***

Dari apa yang kami lihat dan rasakan, selain dari sisi harga, Jetway Ecomo agak sulit mencuri perhatian calon konsumen. Dengan tongkrongan yang lebih pas digunakan orang kantoran, menyasar pembelian massal secara korporasi (corporate buying) sepertinya layak jadi strategi andalan.


Sumber: InfoKomputer

Plus: Harga murah, bobot ringan, mudah upgrade memori dan HDD

Minus: Desain konvensional, keyboard kurang nyaman, kapasitas baterai kecil

Skor Penilaian
(maksimal 5)
Kinerja: 3,5
Fasilitas: 3,5
Penggunaan: 3,25
Harga: 5
Skor Total: 3,75

Hasil Pengujian
Karena menggunakan komponen yang relatif sama, performa Jetway Ecomo EM100G terlihat sekelas dengan Zyrex Sky 1716. Namun berhubung kapasitas baterainya kecil, daya tahan Jetway Ecomo dalam mode baterai terasa kurang memuaskan.

Google Chrome masih Gagal Ditembus



Di antara browser web yang tersedia saat ini, hanya Google Chrome yang tidak bisa ditembus hacker dalam kontes Pwn2Own di arena konferensi CanSecWest di Vancouver, AS. Browser lainnya berhasil ditembus, mulai dari Firefox 3.6, Safari, hingga Internet Explorer 8.

Charlie Miller dari Independent Security Evaluators berhasil menembus sistem keamanan browser Safari di MacBook dan mengambil alih sistem operasi OS X. Miller selama ini memang dikenal sebagai periset keamanan yang andal menembus sistem buatan Apple dan ini keberhasilannya memenangkan kompetisi yang sama untuk ketiga kalinya.

Periset keamanan lainnya, Peter Vreugdenhill, berhasil menembus benteng Internet Explorer 8 dengan cara melakukan bypass pada fungsi data execution prevention (DEP) dan address space layout randomization (ASLR). Sementara itu, kelemahan kritis pada Firefox 3.6.2 ditembus hacker bernama Nils dari MWR Info Security Inggris. Meski demikian, kelemahan IE8 maupun Firefox tidak bisa ditembus jika browser tersebut dijalankan pada Windows 7 Protected Mode dengan fitur sandbox.

Nikita Willy DEwpak Luna Maya


Hasil kerja kerasnya di dunia akting akhirnya membuahkan hasil bagi pesinetron, artis muda berbakat, Nikita Willy. Dia mendapatkan penghargaan Panasonic Gobel Awards 2010 yang digelar di Djakarta Theatre, Jumat (26/3/2010) malam untuk ketegori artis terbaik.
Tak henti-hentinya pemeran Safa dalam sinetron Safa Marwah ini mengucapkan syukur atas kemenangannya. "Ini simbol penghargaan atas kerja keras aku. Aku enggak menyangka karena pesaingnya juga berat," ucapnya sambil menitikkan air mata seusai mendapatkan penghargaan.
Yang lebih membuatnya terkejut lagi, dirinya tidak menyangka dapat bersaing dengan nomine lainnya, yaitu Bunga Citra Lestari, Luna Maya, Naysilla Mirdad, dan Shireen Sungkar, yang dianggap jauh lebih senior darinya. "Ini adalah sebagai tanggung jawab dan harus mempertahankan karier aku. Memperbaiki akting akan lebih bagus," ungkapnya.

The Cash Rindu uang tunai



"Siapa sih yang enggak suka uang tunai," jawab para personel band The Cash--Tora Sudiro (gitar dan vokal), Vincent (bas), dan Desta (drum)--dengan kompak. 
Bagi The Cash, uang tunai lebih sreg diterima sebagai bayaran manggung. "Kami tahu, (honor) kami enggak mahal-mahal banget. Jadi, enggak perlu transfer-transferan segala. Ribet. Jadi, mendingan dibayar cash aja," jelas Desta ketika berbincang dengan Kompas.com di Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat (18/3/2010) malam. 
Lanjut Tora, nama The Cash, yang sedang mempromosikan album perdana mereka, The Cash, dengan single pertama "Diet", dipilih atas dasar kesamaan ketiga personelnya. "Sebenarnya juga, kami pakai nama The Cash itu karena kesamaan kami. Kalau pakai nama depan kami, jadinya 'Vetedet'--Vincent, Tora, Desta. Kan enggak enak dengarnya. Akhirnya, kami cari kesamaan kami. Ternyata, uang tunai. Kami sama-sama suka uang tunai," papar Tora tanpa meninggalkan candanya. 
Sebagai pendatang baru, The Cash bermain dalam musik yang beragam. "Jenis musik kami, idiotic alcoholic. Jadi, kami enggak mau dibilang memiliki genre yang sudah baku. Tapi, memang, puncaknya itu rock," jelas Desta. "Rock itu kan ada banyak. Tapi, kami akhirnya bikin aliran sendiri. Jadi, kalau gue mainnya salah, gue enggak boleh disalahin," sambungnya. "Idiotik," timpal Vincent. 
Meski "mata duitan", band yang terbentuk secara tidak sengaja dua tahun lalu ini bagi para personelnya hanyalah pekerjaan sampingan. "Ini enggak ada hubungannya sama itu. Ini karena dari awal kami mau jalan sama-sama. Ini juga sebetulnya side job, karena main job kami enggak di band sekarang. Vincent kan di TV, gue lebih ke berkebun. Jadi, murni side job, tapi serius," jelas Desta lagi.

Batik untuk Barack Obama



Desainer kenamaan Adjie Notonegoro mengaku telah menyiapkan hadiah khusus untuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang rencananya akan datang ke Indonesia pada Juni 2010. 

Kado khusus untuk Obama itu tak lain adalah dua kemeja batik lengan panjang.  "Untuk kedatangan Barack Obama nanti saya sudah menyiapkan hadian khusus, yakni kemeja batik dua buah serta dua jaket untuk Obama dan istrinya serta span khusus buat istrinya Barack Obama. Saya sudah konfirmasi dengan protokoler istana dan mereka menyetujuinya," ujar pria kelahiran 18 Juli 1961 ini saat ditemui, Rabu (24/3/2010).

Adjie, yang pernah mendesain baju batik untuk mantan Presiden AS Bill Clinton serta mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan 37 kepala negara di seluruh dunia tersebut, mengaku tidak mempunyai kesulitan untuk mendesain baju batik bagi Obama serta baju untuk istrinya tersebut.

"Untuk ukuran baju saya cukup melihat foto dan tinggi badannya, jadi dari situ sudah bisa ketebak berapa ukuran bajunya. Kan saya sudah berpengalaman dengan mendesain batik untuk 37 kepala negara, termasuk Castro, kan. Jadi, pihak White House tidak mengirimkan ukuran baju, jadi cukup ukuran tinggi badan dan lihat fotonya saja," ujarnya.

Untuk motif batik yang diperuntukkan bagi Obama, Adjie memilih batik sutra tulis dengan desain khas Adjie Notonegoro. "Pokoknya sutra nomor satu dan ini batik tulis, ya. Motifnya saya yang pilih, pokoknya jempol deh, he-he-he...," ujarnya.

GIGI Tak Pasang Target "Go International"



Tampil di luar negeri, di AS misalnya, GIGI tetap menyajikan lagu-lagu dengan lirik bahasa Indonesia, karena para penonton di sana menyukai lagu-lagu itu, meskipun tak mengerti bahasa Indonesia.

Bahkan, ungkap Armand Maulana, sang vokalis, GIGI mengurangi atau meniadakan lagu-lagu dengan lirik berbahasa Inggris milik mereka dari repertoar mereka di sana. "Biar orang luar negeri enggak ngerti, mereka tetap suka. Kalau enggak mengerti bahasanya, mereka masih bisa menikmati musiknya. Semua bisa dilihat dari responnya," ungkap Arman sekaligsu mewakili Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Gusti Erhandy (drum).

Armand mengatakan, GIGI tak mau memaksakan diri untuk menggunakan lagu-lagu dengan lirik berbahasa Inggris untuk mengenalkan karya mereka di luar negeri. "Saya enggak akan bela-belain buat lirik bahasa Inggris cuma buat itu. Kami enggak mau maksain karena belum tentu dengan lirik bahasa Inggris musik menjadi bagus. Alasannya, kultur kan beda. Tapi, kalau memang ada yang cocok dengan lagunya, mungkin saja kami buat lagu berbahasa Inggris," jelas istri penyanyi Dewi Gita dan ayah satu putri ini.

Meskipun sering manggung di luar negeri dan tergolong band senior, GIGI belum berpikir untuk go internasional. "Menurut gue, makin lama sebuah band atau penyanyi, bukan ukuran arus go internasional. GIGI sudah lumayan sering tampil di luar negeri. Jadi, kami enggak berpatokan harus benar-benar go internasional," pungkasnya.

Calon Pengganti The Rev A7X


Avenged sevenfold yang kini tengah mempersiapkan album baru mereka dikabarkan telah menemukan penggebuk drum baru menggantikan almarhum james owen sullivan yang meninggal akhir desember tahun lalu. Dalam beberapa situs yang beredar, dikabarkan posisi penggebuk drum pada band ini sudah terisi. 
Dan inilah dia :

Dia adalah Cobus Potgeiter. Drummer yang berasal dari afrika selatan ini bermain drum semenjak usia 6 tahun dan memperoleh pengaruh musik dari beberapa drummer hebat seperti Mike Portnoy, Carter Beauford, Tony Royster Jr., Travis Barker, dan Thomas Lang. Dia adalah drummer solo. Dia bahkan disebut-sebut lebih hebat dari Travis Barker. Permainannya mengandalkan tehnik, speed, dan groove.
Namun bagi kita para sevenfoldism, tidak ada drummer yang bisa menggantikan the rev di hati kita semua. Semoga pengganti the rev kelak bisa menjadi sehebat the rev, khususnya bagi para sevenfoldism.